Putus cinta memang menyakitkan, apalagi jika sampai saat ini Anda belum bisa melupakannya. Anda dan dia masih saling kontak, curhat, saling balas status di Facebook. Ingin balik lagi dengan si dia? Sah-sah saja kok. Inilah beberapa trik yang harus Anda lakukan:
1. Cari Informasi
Coba Anda cari tahu tentang kabar si dia (mantan pacar) saat ini. Gunanya, selain untuk memudahkan pencarian, Anda juga jadi bisa tahu tentang statusnya. Apakah ia sudah mempunya kekasih baru, atau justru sudah menikah dengan yang lain? Ingat, trik ini hanya bisa Anda jalankan jika si dia ternyata juga masih sendiri alias belum memiliki pasangan. Tapi, jika ia sudah memiliki pacar atau berstatus menikah, lebih baik buang jauh-jauh pikiran Anda untuk kembali dengannya.
2. Hubungi Teman Dekatnya.
Cari info mengenai si dia dari sahabatnya, tapi hanya sekedar untuk menanyakan keadaan saja dulu, jangan lebih. Karena Anda perlu melihat reaksi dari sahabatnya tersebut, kalau ia menyambut telepon Anda dengan baik dan ramah, baru Anda bisa menanyakan tentang status si dia. Tapi jika si sahabat tak terlalu memperdulikan Anda, cari info pelan-pelan tapi tetap dengan strategi.
3. Hilangkan Rasa Ego
Jika sahabat nya merespon anda dengan baik, jangan sungkan untuk bercerita atau mengungkapkan isi hati bahwa Anda masih sangat mencintai si dia dan berniat ingin kembali padanya. Jika Anda mengungkapkannya dengan tulus dan jujur, dijamin sahabatnya akan sukarela membantu Anda.
4. Atur Rencana
Sahabat si dia sudah bersedia membantu, kini saatnya Anda mengatur rencana untuk bertemu dengan si dia lewat pertolongan sahabatnya tersebut. Usahakan sahabatnya ikut serta untuk menemani si dia, sekedar untuk mencairkan suasana. Dengan strategi, bila keadaannya sudah nyaman, si sahabat akan pulang dan membiarkan Anda berdua dengan si dia.
5. Perhatikan Penampilan Anda
Saat akan bertemu si dia, usahakan Anda tampil mendekati sempurna. Setidaknya hindari memakai sesuatu yang tidak ia suka pada waktu Anda pacaran dulu.
6. Bersikap Tenang
Atur sikap jangan sampai terlihat gugup, usahakan agar Anda tetap tenang sehingga emosi pun stabil. Arahkan pembicaraan ke hal-hal ringan untuk mencairkan suasana agar tidak membosankan dan 'garing'. Ceritakan kisah dan kenangan dulu saat Anda bersama dia. Buat si dia tersenyum, karena sebuah senyuman akan membuat ia merasa nyaman saat itu. Ingat, jangan sampai Anda menunjukkan sikap yang tidak disukainya, semasa pacaran dulu. Jika perlu, tunjukan kalau Anda sudah berubah dan buat si dia terkesan dengan perubahan Anda.
7. Tunjukkan Perhatian.
Tapi jangan terlalu berlebihan, misalnya dengan menelepon si dia setiap jam atau setiap hari. Karena perlu diingat, posisi Anda masih dalam status mantan yang mencoba 'mendekatinya' lagi. Jadi, berikanlah perhatian dengan wajar sambil mencoba memasuki kehidupannya (hari-harinya) kembali secara perlahan.
Read More...
Sunday, 19 July 2009
Cara Merebut Kembali Hati "Mantan Pacar"
Saturday, 25 April 2009
Berteman dengan Mantan Pacar, Mungkinkah?
Putus hubungan dari sebuah hubungan yang bermakna dalam adalah suatu pengalaman yang menyakitkan. Namun, mengubah kisah percintaan dari kisah romantis menjadi hubungan yang platonik (cinta yang bersifat persaudaraan) hanya bisa menambahkan rasa sakit di hati.
Seorang teman wanita yang baru saja putus hubungan dari kekasihnya berkeluh-kesah. Meskipun sudah memutuskan berpisah, namun sang mantan pacar tak mau benar-benar putus hubungan. Meluncurlah kata-kata, “Kita jadi teman saja, ya?” dari si pria. Kata-kata tersebut diucapkan oleh mereka yang siap untuk keluar dari sebuah hubungan romantis kepada pihak yang belum ingin hubungan tersebut berakhir.
Apakah pertemanan adalah jawaban yang terbaik setelah putus hubungan? Biasanya kata-kata tersebut diucapkan untuk melunakkan kata-kata putus dan dimaksudkan untuk menolong pihak yang diputuskan agar tak terlalu berkabung atas putusnya tali percintaan mereka. Namun, apakah pertemanan ini penting?
Michael Vincent Miller, PhD, pengarang Intimate Terrorism mengatakan bahwa berduka cita atau menangisi berakhirnya hubungan adalah faktor penting untuk penyembuhan sakit hati. Ini penting karena jatuh cinta membawa seseorang masuk ke dalam sebuah wilayah yang penuh risiko. Dua orang yang jatuh cinta menempatkan dirinya ke dalam tangan pasangannya. Karena hal inilah, ketika putus hubungan, muncul rasa pahit ditinggalkan dan merasa sendiri.
Miller juga mengatakan bahwa bersedih adalah proses berjalan untuk mengeluarkan "saya" dari "kita". Ini memberikan sebuah jalan untuk kembali mengumpulkan kepercayaan diri untuk kembali mandiri. Meski persahabatan setelah putus bisa memberikan kelegaan sementara, namun hal ini ternyata menghambat sebuah jalan penyembuhan untuk kembali sendiri.
Semua manusia, dalam perkembangannya pasti akan merasakan sebuah kehilangan yang perlu ditangisi. Di berbagai tahapan kehidupan, kita semua terdorong di luar keinginan dan kenyamanan kita untuk masuk ke dalam sebuah situasi baru. Misalnya, langkah pertama bayi menandakan akan mulai keluarnya ia dari zona nyamannya saat digendong. Seorang dewasa muda yang baru masuk kuliah dan harus indekost di dekat kampusnya mungkin merasa senang akan kebebasan barunya, namun ia juga harus bisa menghadapi homesickness. Untuk semua rasa sedih itu, ada hal-hal baik yang dipelajari dan didapat. Kesedihan bisa dikatakan adalah rasa sakit untuk pertumbuhan manusia.
Semua kisah cinta akan berakhir, meski ada juga kisah cinta yang akan bertahan seumur hidup. Ketika rasa kehilangan melanda, maka akan sulit untuk menemukan jalan keluarnya, atau bahkan bagaimana menanggungnya. Banyak orang yang berada dalam kesedihan beralih ke obat-obat antidepresan, yang mungkin bisa mengurangi sakit di persendian, tapi tak akan banyak membantu pemulihan diri dari sakit hati.
Bersedih mengajarkan kita untuk menerima akhir dari rasa cinta, dan membantu kita memulai proses untuk menjadi diri kita lagi. Memang benar, diri yang sudah mengalami kesedihan tak akan sama seperti diri Anda ketika masih berada dalam hubungan. Meski luka bisa sembuh, namun akan tetap meninggalkan bekas. Tetapi banyak hal yang bisa Anda raih dari sekadar berhasil melewati rasa sakit putus hubungan. Ada pula kemungkinan untuk menjadi seseorang yang lebih baik dari saat Anda masih bersamanya. Sama seperti semua seni dan skill, satu-satunya cara untuk memelajarinya adalah melalui praktik, suka atau tidak. Tetapi untuk apa pun itu, nikmatilah hidup ini selagi mungkin.
Read More...
Sejauh Mana Harus Memberikan Privasi?
Banyak orang yang salah-kaprah dalam memandang sebuah hubungan. Kita sering beranggapan bahwa, ketika kita telah memilih seseorang untuk menjadi pasangan, maka sejak itulah kita tak lagi memiliki privasi. Semua hal mesti dibagi bersama pasangan. Anda tidak memiliki dunia lain selain dunia bersamanya. Padahal, Anda dan dia adalah dua pribadi yang berbeda, yang memiliki kebutuhan yang berbeda pula.
Negosiasikan saja
Kebutuhan seseorang untuk memiliki otonomi pribadi sebenarnya sangat manusiawi. Persoalannya, bagaimana membedakan antara kebutuhan bersama dan privasi? Seberapa luas privasi boleh dimiliki Anda dan pasangan? Tak ada yang bisa memetakannya karena tergantung setiap pasangan memiliki batasan privasi yang berbeda satu sama lain. Ini bergantung pada negosiasi Anda dan Si Dia.
Agar tidak terjadi persoalan di kemudian hari, identifikasikan dan ungkapkan secara gamblang apa yang disukai dan tidak disukai oleh Anda dan pasangan. Misalnya, Anda tidak suka dia membaca SMS dalam ponsel Anda, tetapi Anda tidak keberatan jika dia menjawab panggilan di ponsel ketika Anda tidak ada di tempat. Sebaliknya, dia tidak suka Anda mengutak-atik mobilnya, tetapi dia senang-senang saja jika Anda membelikannya aksesori mobil untuknya.
Dari sini, Anda bisa tahu di mana teritori Anda dan dia. Mana yang jadi milik Anda, milik dia, dan milik bersama. Ketika batas teritori Anda dan si dia semakin jelas, Anda dan dia pun akan makin mudah menjalani hubungan.
Susan Page, dalam bukunya The 8 Essential Traits of Couple Who Thrive, mengungkapkan bahwa pasangan yang harmonis akan sangat hati-hati membagi waktu, ruang, pekerjaan, uang, rahasia, dan tanggung jawab emosional mereka. Ini membuat mereka merasa bebas untuk saling bergantung dan mengekspresikan keintiman tanpa takut kehilangan jati diri.
Percaya diri dan suportif
Jangan artikan "ruang pribadi" sebagai hal-hal yang bersifat rahasia. Ini hanya masalah kebutuhan pribadi. Maksudnya, jika Anda tidak suka dia membuka e-mail Anda, bukan karena Anda menyimpan e-mail rahasia dengan mantan atau kekasih gelap, tetapi karena Anda merasa e-mail pribadi Anda tak ada kaitan dengan dirinya.
Atau ketika dia tak ingin bercerita tentang masalah kantor dengan Anda, bukan karena dia menganggap Anda tidak penting. Tetapi mungkin karena dia menganggap pekerjaan adalah wilayah pribadinya dan ia tak ingin Anda terlibat atau masuk ke dalamnya. Sederhana, kan?
Area pribadi
Setiap orang dan pasangan memiliki area pribadi yang berbeda-beda. Namanya wilayah pribadi, maka sudah sewajarnya jika dia atau Anda menginginkan wilayah itu tidak dilanggar. Berikut ini beberapa hal yang dianggap sebagai area pribadi dan area bersama.
* Pekerjaan
Bagi sebagian orang, pekerjaan adalah wilayah pribadi yang tak seorang pun boleh mencampurinya, termasuk pasangan. Dia mungkin tak keberatan Anda mengetahui pekerjaan dan tugasnya secara umum. Tetapi dia akan keberatan jika Anda ikut campur dalam setiap persoalan kantornya. Anda dan dia sebaiknya memang tidak mencampurkan pekerjaan masing-masing. Biarlah pekerjaan menjadi tanggung jawab masing-masing karena sebagai individu, Anda dan dia tentu butuh aktualisasi diri dan eksistensi.
* Barang-barang pribadi
Ponsel, dompet, buku harian, plus surat-surat cinta lama Anda, termasuk benda-benda pribadi. Sejauh mana benda-benda itu tak boleh diganggu, tergantung kesepakatan.
* Uang
Dalam hal keuangan, setiap pasangan memang harus terbuka satu sama lain. Jika hubungan sudah serius, boleh-boleh saja Anda dan dia mengungkapkan besarnya gaji. Anda juga boleh mengatakan bahwa Anda memiliki beberapa aset dan rekening di beberapa bank. Namun, berapa besar dana yang disimpan, sebaiknya Anda sendiri yang tahu.
* Aktivitas harian
Biarkan pasangan Anda mengetahui kegiatan yang akan Anda lakukan hari ini, di mana dan akan bertemu siapa saja. Ini adalah hal penting, terlebih bila Anda berdua memiliki pekerjaan yang mengharuskan bertemu banyak orang dan sering bepergian keluar kota atau keluar negeri. Namun, tahu jadwal harian pasangan bukan berarti Anda harus mengeceknya setiap saat. Telepon dia saat makan siang. Atau, ketika pasangan sedang di luar kota, telepon dia waktu sarapan sebelum dia memulai aktivitasnya. Atau, menelepon dia malam sebelum tidur juga ampuh untuk tetap menjaga kontak Anda berdua.
* Cinta lama
Sebelum melangkah ke gerbang pernikahan, setiap orang memang perlu untuk bercerita tentang kisah cintanya di masa lalu. Namun, yang harus diingat adalah jangan membuka segala hal tentang detail kisah cinta Anda dengan mantan-mantan, apalagi menceritakan hal-hal romantis yang pernah Anda lakukan dulu.
Sumber: KOMPAS.com
Read More...
Punya Panggilan Sayang untuk Pasangan?
Banyak pasangan kekasih yang memanggil satu sama lain dengan panggilan "Sayang" atau "Yang", "Honey", atau "Babe". Begitu melekatnya panggilan ini pada diri masing-masing, sampai-sampai panggilan sayang itu terdengar biasa, atau terdengar seperti nama sesungguhnya saja. Seringkali hubungan suami-istri juga sudah begitu menyatu, sehingga memanggil "sayang" sambil mengomel pun bisa saja terjadi.
Pada beberapa pasangan lain, panggilan sayang juga diberikan dalam bentuk yang lebih pribadi. Ada rekan Kompas.com yang punya panggilan sayang "Bung" untuk suaminya, karena sang suami berasal dari etnis tertentu. Pasangan yang lain punya panggilan "Ndut" untuk masing-masing, karena sama-sama bertubuh subur.
Memiliki panggilan sayang khusus memang unik, karena "sejarah" nama kesayangan tersebut hanya Anda berdua yang mengetahui, dan tentu tidak akan dipakai oleh pasangan lain. Private nickname mampu menunjukkan kedekatan antara pasangan tersebut. Sebuah studi yang diterbitkan oleh Journal of Social and Personal Relationship mengatakan bahwa kepuasan dalam hubungan meningkat dengan adanya insider language, atau bahasa-bahasa yang hanya dimengerti dan digunakan oleh kedua pasangan.
James Turndoff, PhD, seorang terapis relationship, mengatakan, "Menggunakan nicknames dan bahasa yang dibuat sendiri adalah cara yang mudah untuk menyampaikan komunikasi yang positif dalam hidup sehari-hari." Private language, menurutnya, juga merupakan cara yang baik untuk menampilkan hubungan yang penuh kerjasama, partner yang saling mendukung.
Bahkan bila Anda ingat, nicknames sebenarnya tak hanya berlaku bagi pasangan kekasih. Dalam pergaulan di kantor atau di lingkungan hobi, selalu ada orang-orang yang memiliki panggilan khusus. Misalnya, ada Ari Tulang, ada Ari Daginkz. Ada nama yang sekadar dibolak-balik agar terdengar lucu. Baik nama yang bermakna khusus, atau sekadar untuk lucu-lucuan, hal tersebut menunjukkan keakraban, kedekatan yang sama.
Pendek kata, bila Anda dan pasangan memiliki panggilan khusus, sebutlah dengan perasaan bangga dan sayang. Bagi orang lain, mungkin Anda adalah sekadar nama. Namun bagi Si Dia, Anda adalah Upil, Si Nyet, Nong Nong, atau apa pun, yang sangat istimewa untuknya.
Sumber: KOMPAS.com
Read More...
Saturday, 11 April 2009
10 Tips Cara Pria Memikat Hati Wanita

nih.. bagi laki-laki yang sedang ingin memikat hati wanita idaman yang selama ini uda dikejar-kejar sampe jatuh-bangun.. ini ada 10 tips untuk pria,.,. abis dibaca dipraktekin jangan di plototin aja.. ga bakal berhasil.. oc
1. Pastikan anda menjaga kebersihan diri. Wanita bijak mungkin tidak terlalu terpengaruh dengan rupa, tapi kebersihan masih menjadi keperluan utama.
2. Berkelakuan baik. Bergurau ringkas tidak mengapa, tapi tetap berhati-hati agar tidak membuatkan mereka terasa atau berkecil hati.
3. Elakkan mencarut atau melontarkan kata-kata kesat di depan mereka. Perbuatan ini langsung tidak cool.
4. Jangan ambil kesempatan. Walaupun mereka mungkin memberi isyarat yang mereka juga minat kepada anda, tidak bermakna anda boleh semudah-mudahnya menyentuh atau mengambil kesempatan terhadap mereka.
5. Sekali-sekala berikanlah pujian ikhlas anda, jika tidak kepada fizikal mereka, apa salahnya memuji sikap atau personaliti mereka. Tapi ingat, pujian harus jujur!
6. Jangan cuba-cuba mengkhianati hubungan kerana mereka akan mudah menganggap anda lelaki tidak berguna.
7. Jadi lelaki budiman. Bukan hanya pada wanita yang anda suka, tapi kepada semua yang ada di sekeliling anda.
8. Jadi pelindung dan sentiasa mengutamakan keselamatan diri mereka.
9. Jadikan mereka percaya kepada anda. Simpan rahsia, luahan emosi atau apa saja yang mereka kongsi bersama anda.
10. Babitkan diri dalam perbualan intelek. Bukan hendak menunjuk pandai, tapi buktikan anda juga memiliki kekuatan intelek dan boleh diajak berbincang. Tetapi janganlah keterlaluan hingga menimbulkan pergaduhan atau rasa tidak senang.
yang bisa ngelakuin ya lakuin.. yang tidak... ya usaha donk..
jgn lupa comment yo
Read More...
CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali), Perlukah Dianggap Serius?
Anda bertemu seorang mantan pacar, dan segera menyadari bahwa Anda berdua masih menyimpan perasaan yang sama. Anda teringat kembali dengan masa-masa manis ketika bersamanya, tetapi juga mengkhawatirkan akan mengulang kesalahan yang membuat hubungan Anda dulu berakhir. Bagaimana mengetahui bahwa cinta lama yang bangkit kembali ini (CLBK) perlu dilanjutkan ke arah yang lebih serius, ataukah lebih baik kita melupakan masa lalu saja?
Bila Anda becermin kepada pengalaman orang lain, mungkin akan ada kelompok yang memilih untuk memberikan kesempatan kedua bagi seorang mantan. Bagaimana pun juga, setiap orang bisa melakukan kesalahan, dan patut dimaafkan. Namun kelompok yang lain mengambil pilihan kedua: jika seorang mantan telah menyakiti Anda, atau kepribadian Anda berdua memang tidak pernah bisa saling melengkapi, untuk apa mencobanya lagi?
Perpisahan yang dulu terjadi seharusnya telah memberi Anda waktu untuk berpikir apa yang salah dengan hubungan Anda saat itu. Inilah yang bisa dijadikan pijakan untuk membuat pilihan saat ini. Meskipun begitu, perlu Anda sadari bahwa tidak ada jaminan bahwa kesempatan kedua yang Anda berikan ini akan membuat hubungan menjadi langgeng. Bila masih ada keraguan untuk melanjutkan hubungan, pikirkan hal ini:
1. Seburuk apa situasi yang ditimbulkan akibat perpisahan dulu terhadap hidup Anda?
2. Apakah Anda melihat perubahan yang baik pada sikap mantan kekasih?
3. Apakah hidup Anda akan lebih baik bersamanya?
Bila Anda mampu menjawab semua pertanyaan tersebut dengan jujur, kini saatnya Anda berdialog dengan mantan kekasih mengenai kemungkinan untuk menjalin kembali hubungan yang sempat terputus. Pastikan:
Masih ada cinta di antara Anda. Apakah hanya Anda yang menginginkan hubungan ini, atau hanya dia yang masih merasakan cinta? Hubungan hanya akan terjadi bila diinginkan oleh kedua belah pihak. Jika Anda masih merasa belum yakin, artinya Anda masih membutuhkan waktu untuk memahami perasaan dan keinginan Anda. Hati-hati, jangan mencampuradukkan cinta dengan kebutuhan akan pasangan.
Atasi keraguan. Apa yang membuat Anda berpikir bahwa kali ini hubungan akan berhasil? Berpikirlah dengan jujur, karena keraguan akan menghancurkan semua usaha Anda. Pahami, keraguan apa yang Anda rasakan, dan cobalah untuk mengatasi hal tersebut lebih dulu. Jika Anda memutuskan untuk kembali bersama mantan, miliki keyakinan untuk dapat mengatasi keraguan yang ada.
Hadapi masalah Anda berdua. Bersediakah Anda dan mantan untuk saling memperbaiki diri, dan menghadapi masalah yang pernah Anda alami bersama? Ingatlah, bahwa Anda tidak mungkin meminta orang lain mengubah sifatnya. Akuilah bahwa Anda juga memiliki kesalahan yang menyebabkan putusnya hubungan. Apakah Anda terlalu pasif, posesif, tidak sensitif, tidak mau mendengarkan, atau tidak mampu berempati dengan mantan? Lalu pikirkan, apakah Anda dapat memberikan reaksi yang berbeda jika terjadi masalah seperti itu lagi? Bicarakan dengan pasangan, dan katakan apa yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki hal ini.
Komitmen. Mengakui bahwa Anda memiliki peran dalam masalah adalah bagian dari penyembuhan diri. Membangun kembali fondasi hubungan diawali dengan membuat komitmen untuk mengatasi masalah yang ada satu per satu. Hal ini membutuhkan waktu, sehingga Anda perlu belajar bersabar, namun tetaplah konsisten.
Saat berdialog mengenai apa yang harus diubah dalam hubungan, cobalah untuk tidak saling mengkritik atau pun menyalahkan. Fokuslah pada apa yang menjadi tanggung jawab Anda, dan pastikan pasangan juga melakukan hal yang sama.
Sumber : KOMPAS.com
Read More...
