Ternyata sudah lama tidak ada posting di blog lagi karena sibuk dengan urusan UN. dan sekarang mulai lagi untuk aktif posting tutor" yang sekiranya bermanfaat. kali ini tutor yang bisa disebut sedikit licik.
dari pada lama" langsung saja.
mungkin ada yang kesal dengan orang dan bagaimana sih cara flooding ke komputer lain. ataupun beberapa alasan bisa karena sekedar iseng, bisa karena ingin nambah ilmu aja, atau apapun alasannya
Pengertian mem-Flood adalah mengirim data ke IP komputer dengan terus-menerus (membanjiri IP tsb dengan data")
Sebenarnya fungsi Ping (Packet Internet Groper) adalah untuk melihat apakah ada hubungan antara komputer yang satu dengan yang lainnya dengan cara mengirimkan sejumlah packet data
jika melakukan ping dalam keadaan standar maka data yang dikirim hanyalah sebesar 32bytes tetapi untuk membuat IP orang tersebut sibuk dengan data yang kita kirim maka data yang akan dikirim diperbesar
buka 'cmd' melalui windows+R atau Start>Run... ketik 'cmd' kemudian Enter/OK
pada kotak command ketik 'ping -l 65500 xxx.xxx.xxx.xx -t' (tidak menggunakan kutip)
keterangan:
-l 65500 : besar data yang akan di ping ke IP komputer orang (jangkauan 0-65500)
xxx.xxx.xxx.x : IP komputer orang
-t : pengulangan secara terus menerus sampai diberhentikan
dan apabila hasil dari pinging tsb Request timed out berarti koneksi IP anda dengan dengan IP orang tersebut sedang sibuk dalam melakukan pengiriman-penerimaan data.
Thursday, 22 April 2010
Cara Mudah Flood IP Komputer Lain
Saturday, 3 April 2010
Obat Penghambat Kanker Prostat
Sebuah uji coba obat untuk mengatasi masalah pembesaran prostat pada pria ternyata efektif mencegah penyakit itu berkembang menjadi kanker.
Empat tahun masa percobaan obat dutasteride yang melibatkan 6.500 pria itu menunjukkan, mereka yang meminum dutasteride risikonya 23 persen lebih rendah terkena kanker prostat dibandingkan dengan yang minum pil plasebo.
Semua responden dalam penelitian itu berisiko tinggi terkena kanker. Sebenarnya, potensi obat jenis ini sebelumnya sudah diketahui mencegah kanker prostat. Pada tahun 2003, para ilmuwan menunjukkan obat sejenis, finasteride, yang mampu mengurangi risiko kanker hingga seperempat pada pria sehat yang memiliki tumor agresif.
Kedua jenis obat tersebut, finasteride dan dutasteride, diresepkan oleh dokter untuk pria yang mengalami pembesaran kelenjar prostat yang bersifat jinak. Pembesaran kelenjar prostat umum dialami oleh pria yang sudah menua dengan gejala berupa sering buang air kecil dan sakit saat berkemih.
Pada uji coba obat terakhir yang dilakukan GlaxoSmithKline, produsen dutasteride, diketahui para pria berisiko tinggi terkena kanker, berdasarkan hasil tes darah, tetapi penyakitnya tidak berkembang menjadi kanker.
Selama penelitian, setiap hari para responden diberikan dutasteride atau plasebo. Dalam kurun waktu riset ini, sebanyak 659 pria meminum obat terkena kanker prostat dan 858 pria dari kelompok yang diberi pil plasebo.
Pada pria yang punya riwayat keluarga menderita kanker prostat, obat itu disebutkan mengurangi risiko kanker hingga 31 persen. Para peneliti yakin, kebanyakan tumor yang terdeteksi selama penelitian sebelumnya mungkin sudah ada, tetapi ukurannya kecil sehingga belum bisa terdeteksi.
Kendati obat ini berpeluang menjadi obat pencegah kanker, para ahli berpendapat bahwa masih diperlukan penelitian lebih lama lagi. "Tentu kami belum tahu apa yang akan terjadi dengan para responden di kemudian hari, apakah mereka akan terkena kanker atau tidak. Itu sebabnya, butuh waktu lebih panjang lagi," kata Dr Helen Rippon, ketua peneliti dari The Prostate Cancer Charity, Inggris, menanggapi hasil penelitian ini.
Sumber: Kompas.com
Read More...
Bisakah Terkena Cacar Air Dua Kali?
Banyak yang beranggapan jika sudah terkena cacar air waktu kecil tidak akan mendapatkan cacar lagi saat dewasa. Benarkah seseorang tidak mungkin terkena cacar dua kali?
Seseorang yang sudah pernah terkena cacar memang sangat jarang mendapatkan cacar kembali. Hal ini disebabkan saat terkena cacar dulu, maka tubuh sudah mengembangkan sistem kekebalan tubuh terhadap virus tersebut. Sehingga sistem ini dapat melindungi seseorang terinfeksi kembali.
Setelah seseorang terinfeksi cacar air, maka virus varicella zoster yang menyebabkan penyakit cacar air akan menetap di dalam tubuh seseorang. Namun virus ini hanya 'tertidur' atau tidak aktif dan terletak di dalam jaringan tubuh yang dalam.
Seperti dikutip dari Childrenfirst, Sabtu (3/4/2010) beberapa orang bisa mengembangkan cacar air untuk kedua kalinya. Memang sistem kekebalan yang sudah ada di dalam tubuh akan selalu menjaga virus ini. Tapi pada suatu titik tertentu, virus ini dapat aktif kembali di dalam tubuh dalam bentuk yang berbeda dan menimbulkan kondisi shingles atau herpes zoster.
Biasanya dokter akan mengambil sampel darah pasien dan dilakukan pengujian laboratorium untuk melihat adakah virus varicella zoster dalam tubuh orang tersebut. Beberapa orang yang pernah terkena cacar bisa mengembangkan virus ini dalam tubuhnya, meskipun kasus seperti ini jarang terjadi.
Kebanyakan tubuh yang menyerah pada virus ini akan mengembangkan herpes zoster (shingles), gejala pertama yang dirasakan adalah rasa sakit di satu daerah tertentu. Kondisi ini akan diikuti oleh ruam dan berisi cairan yang karakteristiknya mirip dengan cacar air. Tapi penyakit ini cenderung hanya mempengaruhi satu sisi tubuh saja.
Penyakit ini biasanya mempengaruhi orang-orang dewasa yang memiliki kekebalan tubuh lemah atau sedang menurun. Jika seseorang memiliki kekebalan tubuh yang baik, maka jarang mengembangkan kondisi ini.
Cacar air adalah salah satu penyakit yang dapat menular dengan cepat dan disebabkan oleh virus varicella zoster. Dibutuhkan waktu inkubasi sekitar 2-3 minggu setelah kontak dengan orang yang terkena cacar air. Gejala cacar air yang timbul cenderung lebih parah pada orang dewasa dibandingkan dengan anak-anak.
Orang dewasa yang terkena cacar air ada kemungkinan berisiko mengalami komplikasi, terutama pada perempuan hamil, memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, orang yang sedang menjalani kemoterapi atau radioterapi untuk kanker, orang yang pernah menjalani transplantasi dan orang yang memiliki masalah jantung atau paru-paru.
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya serangan cacar air kedua kalinya adalah melalui vaksinasi. Vaksin yang diberikan akan memproduksi antibodi dan menjaga tubuh dari virus cacar air di masa mendatang. Serta jangan lupa untuk menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap optimal.
Sumber: detik.com
Read More...
